Thursday 29 January 2026 - 18:28
Pelajaran dari Al-Qur'an | Mengapa Sebagian Orang yang Salat Tidak Merasakan Kedamaian dalam Hidupnya?

Hawzah/ Allah Swt memperkenalkan sabar dan salat sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan hidup. Namun, Al-Qur’an menegaskan bahwa jalan ini hanya mudah bagi orang-orang yang khusyuk. Banyak orang yang menunaikan salat, tetapi begitu salat selesai, mereka segera kembali tenggelam dalam urusan duniawi. Hal ini menunjukkan bahwa kekhusyukan yang sebenarnya belum terwujud dalam salat mereka. Ketidakkhusyukan inilah yang menjadi penghalang utama bagi munculnya pengaruh salat yang mendalam dan menenangkan jiwa.

Berita Hawzah – Selama bulan suci Ramadhan, ikutilah serial kajian dari "Ayat-Ayat Pedoman Hidup", yang merupakan kumpulan ayat Al-Qur'an al-Karim beserta tafsir singkat dan aplikatif yang menjadi pedoman hidup dan kunci kebahagiaan. Mari kita sinari hari-hari di bulan Ramadhan dengan Kalam Ilahi.

Hujjatul Islam wal Muslimin Hadi Hussein khani

Bismillahirrahmanirrahim. Dalam ayat ke-45 Surah Al-Baqarah, Allah Swt berfirman:

«وَاسْتَعِینُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَکَبِیرَةٌ إِلَّا عَلَی الْخَاشِعِینَ»

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."

Artinya, mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan salat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sungguh, hal itu terasa berat dan sulit, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk—yakni mereka yang telah melepaskan keangkuhan dan tidak lagi terikat pada rasa “aku” dalam dirinya. Ayat mulia ini mengandung beberapa pelajaran yang sangat penting:

Pertama, Allah mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi kesulitan dan ujian hidup, kita dapat bersandar pada dua unsur yang sangat penting: "Kesabaran dan Keteguhan (الصَّبْر), serta Shalat (الصَّلَاة)." Keduanya merupakan penolong yang sangat efektif untuk menempuh perjalanan hidup. Banyak tokoh besar dan para ulama, ketika berhadapan dengan persoalan ilmiah atau kebuntuan pemikiran, menjadikan salat sebagai solusi. Dengan menunaikan dua rakaat salat, sering kali simpul-simpul masalah intelektual dan pemikiran mereka pun terbuka dan menemukan jalan keluarnya. Namun, poin penting dan tersirat yang ditegaskan dalam ayat ini adalah bahwa Allah secara jelas menyatakan: “Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat; baik salat maupun bersabar itu terasa sulit, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Sayangnya, sebagian orang karena merasakan beratnya melakukan hal ini, maka mereka enggan mengerjakan shalat dan menghalangi diri mereka dari nikmat dan rahmat Ilahi ini. Sebagian lainnya memang tergolong orang yang melaksanakan salat dan menunaikan kewajiban tersebut, namun tidak mengembangkan kekhusyukan yang diperlukan dalam hati dan jiwa mereka. Akibatnya, setelah mereka mengucapkan “assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāh”, pandangan mereka segera berpindah, mereka langsung bangkit, dan bergegas kembali mengejar urusan-urusan duniawi. Perilaku ini membuktikan bahwa kekuatan perubahan batin yang seharusnya dihasilkan oleh salat, belum benar-benar menyentuh jiwa mereka.

Istilah “khusyuk” artinya “merendahkan diri hingga egonya hancur” atau “menghilangkan keangkuhan”. Yakni, keadaan seseorang yang tidak memposisikan dirinya sebagai orang mulia dan besar, dan memandang dirinya kecil dan hina di hadapan keagungan Tuhan. Ketika seseorang berhasil menumbuhkan kondisi batin seperti ini dalam dirinya, niscaya salat akan berpengaruh bagi dirinya. Dengan memanfaatkan ibadah yang agung ini, ia bahkan mampu mengatasi persoalan-persoalan hidup yang paling rumit sekalipun. Karena itu, syarat utama untuk meraih kekuatan spiritual salat adalah kekhusyukan dan kerendahan hati yang sempurna di hadapan Allah Swt.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha